detik itu menyatu,
walau kabar tentang hatiku belum sampai padamu.
di antara deru angin lalu.
ada kekecewaan besar, tentang perpisahan itu.
aku telah berteriak pada Tuhan untuk menghentikan waktu.
aku telah bercerita padaNya tentang kisah itu.
namun Dia cemburu saat mengetahui aku bagitu mencintaimu
aku bingung?
aku kini hanya akan menjadi aku.
menghentikan waktu adalah hal percuma karena Tuhan telah cemburu.
mengehntikan waktu hanya akan membuatku terlalu pilu.
kemudian pada akhirnya, aku hanya akan terkesima pada kegilaanku mencintaimu.
menangis itu perlu.
bahkan aku meneriakan namamu dalam bawah sadarku
tapi tak usah risau, kita masih tidur pada malam yang sama, masih bernafas pada udara yang sama. dan masih berada pada bumi yang sama.
dan jika kau rindu, katakan saja kerinduan itu padaku, lewat malam, udara dan bumi yang menjadi pijakanmu.
aku yang hidup dengan nafas cintamu
Jumat, 31 Oktober 2008
Langganan:
Komentar (Atom)